yang pertama selalu punya tempat tersendiri
sempat terlupakan tapi bukan untuk dilupakan
selalu ada tempat khusus di waktu-waktu tertentu
dan sempat hilang...
lama sekali rasanya.....
setiap orang kutanya, dimanakah ...........
tidak ada jawaban yang melegakan .......
lama.......
hampir pasrah.......
hampir satu dasa warsa.............
akhirnya....
dia menemukan aku
aku menemukan dia
dunia terasa berhenti....
dan sejuta kata yang telah kusimpan untuknya
lenyap entah kemana....
dibalik asa yang tak terucap
semoga jangan menghilang lagi
dan tetaplah jadi sahabat bagiku
Senin, 09 November 2009
Senin, 21 September 2009
DEVOTED TO YOU
I’ll be yours through endless time
I’ll adore your charms sublime
Guess by now you know that I’m devoted to you
.................
I’ll never hurt you, I’ll never lie
I’ll never be untrue
I’ll never give you reason to cry
I’d be unhappy if you were blue
Through the years my love will grow
Like a river it will flow
It can’t die because I’m so devoted to you
petikan lagu oldies The Everly Brothers, 'Devoted To You'
what a romantic song. kira-kira itu beneran terjadi ngga di zaman sekarang ini??
Malam itu...kebetulan aku dan adik-adik ku sudah duluan makan malam berhubung Among ada kerjaan, jadi pas Among minta disiapin makan, kami sudah nggak tertarik lagi untuk bangkit dari depan TV kecuali adik ku yang paling bungsu yang langsung bangkit menuju meja makan
(Dia memang selalu punya tugas alami menyajikan makan Among ku. Hehe...si bontot yang baik hati).
And see...ada Inong yang menemani di samping Among, walaupun aku tahu tadi Inong udah makan duluan bareng dengan kami. Walaupun pemandangan itu tidak setiap saat terjadi, namun aku sangat menikmati moment itu. Gambaran kecil dari kesetiaan....di hati kecilku aku mulai memikirkan apa yang saat itu dirasakan Among. Pasti beliau sangat senang ada Inong yang menemani.
ada keinginan dihati untuk melakukan yang sama untuk pasangan hidupku nanti......
I’ll adore your charms sublime
Guess by now you know that I’m devoted to you
.................
I’ll never hurt you, I’ll never lie
I’ll never be untrue
I’ll never give you reason to cry
I’d be unhappy if you were blue
Through the years my love will grow
Like a river it will flow
It can’t die because I’m so devoted to you
petikan lagu oldies The Everly Brothers, 'Devoted To You'
what a romantic song. kira-kira itu beneran terjadi ngga di zaman sekarang ini??
Malam itu...kebetulan aku dan adik-adik ku sudah duluan makan malam berhubung Among ada kerjaan, jadi pas Among minta disiapin makan, kami sudah nggak tertarik lagi untuk bangkit dari depan TV kecuali adik ku yang paling bungsu yang langsung bangkit menuju meja makan
(Dia memang selalu punya tugas alami menyajikan makan Among ku. Hehe...si bontot yang baik hati).
And see...ada Inong yang menemani di samping Among, walaupun aku tahu tadi Inong udah makan duluan bareng dengan kami. Walaupun pemandangan itu tidak setiap saat terjadi, namun aku sangat menikmati moment itu. Gambaran kecil dari kesetiaan....di hati kecilku aku mulai memikirkan apa yang saat itu dirasakan Among. Pasti beliau sangat senang ada Inong yang menemani.
ada keinginan dihati untuk melakukan yang sama untuk pasangan hidupku nanti......
Sabtu, 29 Agustus 2009
Tanya kenapa............
Aku dan dua teman cewek tertawa terbahak-bahak ketika salah satu teman cowok kami dengan polosnya bilang, "Heran deh liat cewek...kadang udah jelas-jelas moodnya ga enak, suka uring-uringan...tapi kalau ditanya 'kenapa?' suka bilang 'nggak tau'! kan ga logika...masak ada asap ga ada api???"
Dan kami bertiga memang tidak punya penjelasan yang rinci tentang pertanyaan itu. kami hanya bilang, "Yah...terima ajah nasib mu sebagai lelaki yang harus mengerti perempuan."
Dengan muka sebal dia menanggapi, "Mahluk aneh!"
"tApi tetap suka 'kan....??? hahahahahaha........"
demikian lah wanita, mungkin rumit, tidak masuk akal dan menyebalkan. Namun kami wanita masih tetap dibutuhkan, sentuhan kami tetap dirindukan....
Hahahaha...Thanx God I'm a woman
Dan kami bertiga memang tidak punya penjelasan yang rinci tentang pertanyaan itu. kami hanya bilang, "Yah...terima ajah nasib mu sebagai lelaki yang harus mengerti perempuan."
Dengan muka sebal dia menanggapi, "Mahluk aneh!"
"tApi tetap suka 'kan....??? hahahahahaha........"
demikian lah wanita, mungkin rumit, tidak masuk akal dan menyebalkan. Namun kami wanita masih tetap dibutuhkan, sentuhan kami tetap dirindukan....
Hahahaha...Thanx God I'm a woman
Selasa, 18 Agustus 2009
Menatap Masa Depan Di Usia Senja...............
Bapa Tua, demikian kami memanggilnya.
Karena beliau adalah suami dari kakak mama yang udah beberapa tahun lalu meninggal.
Yah...dia seorang duda dengan 7 orang anak. Kalau tidak salah umur beliau kini sudah 64 tahun.
Puluhan tahun beliau menjabat sebagai Manajer di salah satu Hotel terkenal di Kota Medan dan menjalani hidup dengan gaya yang cukup mewah.
Itu dulu, sekarang Beliau sudah pulang kampung. Membangun rumah mungil dan memulai usahanya bersama istri yang baru dua hari dinikahinya.
(Well...soal ini semua keluarga sudah menyetujui dan mendukung).
Tidak ada yang menarik dari Bapa Tua kami selain caranya dalam menjalani hidup. Beliau sering curhat kepada kedua orang tuaku. Bercerita tentang masa lalunya dan caranya kini menjalani hidup.
Setelah panjang lebar bercerita, beliau selalu menutup ceritanya dengan satu kalimat," Inilah namanya menatap masa depan di usia senja. Ha..ha..ha.."
Biasanya kalau Saya disana, saya akan memprotes..., "Bukan, Tua...tapi meniti. Kalau menatap itu artinya do nothing..."
Kalimat sederhana, namun bila dipikirkan lebih lanjut lagi akan mengandung makna yang sangat berarti.
Selamat berbahagia 'Tua................
Karena beliau adalah suami dari kakak mama yang udah beberapa tahun lalu meninggal.
Yah...dia seorang duda dengan 7 orang anak. Kalau tidak salah umur beliau kini sudah 64 tahun.
Puluhan tahun beliau menjabat sebagai Manajer di salah satu Hotel terkenal di Kota Medan dan menjalani hidup dengan gaya yang cukup mewah.
Itu dulu, sekarang Beliau sudah pulang kampung. Membangun rumah mungil dan memulai usahanya bersama istri yang baru dua hari dinikahinya.
(Well...soal ini semua keluarga sudah menyetujui dan mendukung).
Tidak ada yang menarik dari Bapa Tua kami selain caranya dalam menjalani hidup. Beliau sering curhat kepada kedua orang tuaku. Bercerita tentang masa lalunya dan caranya kini menjalani hidup.
Setelah panjang lebar bercerita, beliau selalu menutup ceritanya dengan satu kalimat," Inilah namanya menatap masa depan di usia senja. Ha..ha..ha.."
Biasanya kalau Saya disana, saya akan memprotes..., "Bukan, Tua...tapi meniti. Kalau menatap itu artinya do nothing..."
Kalimat sederhana, namun bila dipikirkan lebih lanjut lagi akan mengandung makna yang sangat berarti.
Selamat berbahagia 'Tua................
Kamis, 06 Agustus 2009
Arti Hidup
Sesaat membuka jejaring Facebook, beragam celoteh para sahabat yang muncul.
Ada yang mengeluh, bersyukur, dan banyak lagi ungkapan ekspresi mereka.
Hm...kadang ada komentar yang menggelitik. Lumayan menghibur....
Demikian lah mereka memaknai hidup.
Beberapa hari yang lalu saya mendengar curhat 2 sahabat saya. Setelah panjang lebar mereka mengakhiri dengan," Ah, stress au...tumagonan nama mate huhilala (Ah...sku stress banget, mendingan mati aja deh)" dan komentar yang satu lagi, "Haccit gian ulu ku Ka, bunuh diri nama au ( Kepala ku pusing banget ka, kalau begini lebih baik bunuh diri saja)."
Dan stelah mereka berkata demikian, saya akan menimpali. JANGAN BODOH JADI ORANG!!!!!
Tidak peduli mereka marah.
Bukan kah hidup itu harus disyukuri???
Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah menjumpai masalah. Dari masalah ekonomi, keluarga,pekerjaan, sosial, percintaan,....(silahkan memperpanjang daftar ini dalam hati).
Saya pribadi sering mengalaminya. Bahkan urusan iri hati melihat kesuksesan teman atau masalah lain.
Wajar toh.... manusiawi.
Namun cukup asmpai disana, janga memperpanjang lagi, karena bila tidak hanya menodai semangat dan kejernihan pikiran.
Hidup itu anugerah.
Hidup itu hanya sekali.
Hidup itu butuh perjuangan.
Gagal lebih baik dari pada tidak berjuang sama sekali.
Tuhan pasti tidak pernah diam, kalau kita berusaha.
hhhhhhh.............Sebagai mana besar kita memaknai hidup ini
Jawablah dalam hati...
Yang pasti setiap hari yang baru, adalah kesempatan untuk memberikan yang terbaik.
Sampai kapan kita akan mengeluh, merasa terpuruk dan tidak dihargai.
Hidup itu terlalu sia-sia....kalau kita mengisinya 3 point di atas.
So....Selamat menjalani hidup.
Kamu pasti bisa
Ada yang mengeluh, bersyukur, dan banyak lagi ungkapan ekspresi mereka.
Hm...kadang ada komentar yang menggelitik. Lumayan menghibur....
Demikian lah mereka memaknai hidup.
Beberapa hari yang lalu saya mendengar curhat 2 sahabat saya. Setelah panjang lebar mereka mengakhiri dengan," Ah, stress au...tumagonan nama mate huhilala (Ah...sku stress banget, mendingan mati aja deh)" dan komentar yang satu lagi, "Haccit gian ulu ku Ka, bunuh diri nama au ( Kepala ku pusing banget ka, kalau begini lebih baik bunuh diri saja)."
Dan stelah mereka berkata demikian, saya akan menimpali. JANGAN BODOH JADI ORANG!!!!!
Tidak peduli mereka marah.
Bukan kah hidup itu harus disyukuri???
Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah menjumpai masalah. Dari masalah ekonomi, keluarga,pekerjaan, sosial, percintaan,....(silahkan memperpanjang daftar ini dalam hati).
Saya pribadi sering mengalaminya. Bahkan urusan iri hati melihat kesuksesan teman atau masalah lain.
Wajar toh.... manusiawi.
Namun cukup asmpai disana, janga memperpanjang lagi, karena bila tidak hanya menodai semangat dan kejernihan pikiran.
Hidup itu anugerah.
Hidup itu hanya sekali.
Hidup itu butuh perjuangan.
Gagal lebih baik dari pada tidak berjuang sama sekali.
Tuhan pasti tidak pernah diam, kalau kita berusaha.
hhhhhhh.............Sebagai mana besar kita memaknai hidup ini
Jawablah dalam hati...
Yang pasti setiap hari yang baru, adalah kesempatan untuk memberikan yang terbaik.
Sampai kapan kita akan mengeluh, merasa terpuruk dan tidak dihargai.
Hidup itu terlalu sia-sia....kalau kita mengisinya 3 point di atas.
So....Selamat menjalani hidup.
Kamu pasti bisa
Minggu, 19 Juli 2009
Jangan Menyerah
Sejak kepulanganku ke kampung halaman ku 2,5 tahun yang lalu, aku menjalani profesi sebagai guru di salah satu sekolah negeri kejuruan. Honornya memang tidak seberapa bila dibandingkan omset kios kecil yang saat ini sedang kukelola.
Namun wajah-wajah siswaku selalu menyemangati ku untuk bangun pagi dan tidak sabar datang ke sekolah untuk berbagi dengan mereka.
Hm..ada yang nakal tapi selalu cari perhatian, ada penurut, pendiam, atau over acting.
Sungguh beragam...menambah kecintaan ku pada mereka.
Namun itu dulu. .....
Untuk tahun ini saya tidak berprofesi sebagai guru di sekolah yang kucintai itu.
November 2008, 7 orang tenaga pengajar disana mengikuti ujian penerimaan tenaga penyuluh. Empat diantaranya dinyatakan lulus (termasuk saya).
Well....walaupun berat, Saya percaya DIA punya rencana yang terbaik untuk ku.
.........syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik
Namun wajah-wajah siswaku selalu menyemangati ku untuk bangun pagi dan tidak sabar datang ke sekolah untuk berbagi dengan mereka.
Hm..ada yang nakal tapi selalu cari perhatian, ada penurut, pendiam, atau over acting.
Sungguh beragam...menambah kecintaan ku pada mereka.
Namun itu dulu. .....
Untuk tahun ini saya tidak berprofesi sebagai guru di sekolah yang kucintai itu.
November 2008, 7 orang tenaga pengajar disana mengikuti ujian penerimaan tenaga penyuluh. Empat diantaranya dinyatakan lulus (termasuk saya).
Well....walaupun berat, Saya percaya DIA punya rencana yang terbaik untuk ku.
.........syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik
tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi
Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa...........
Kusadari bahwa jalan ku masih panjang kuseka air mata ku dan kuamini lirik lagu itu...
(Setelah mencari tahu ternyata itu liriknya lagu D'massive 'jangan menyerah')
Kebersamaan itu yang sering membuat aku kangen

canda tawa dan celoteh mereka..........
Segala sesuatu indah pada waktunya bukan???
Jumat, 10 Juli 2009
Warna hitamnya, luntur pak....
Pagi itu, saya sarapan, pake baju dinas dan juga mempersiapkan segala tetek bengek yang perlu untuk pekerjaan saya.
kemudian ngaca dan menyisir rambut yang sudah sepinggang (ah...tercapai juga punya rambut panjang. narsisssssss..) Kemudian rambut ku gulung. Ok...perfect, kukeluarkan kunci sepeda motor dari tas dan brummm berangkat.
Kali ini saya sedikit narsis dengan membahas rambut saya yang tidak seberapa indah ini (hihihi..). Soalnya seminggu ini, rambut saya sering disinggung ama orang yang sudah saya kenal atau cuma sekadar berpapasan di Pom bensin (lebay ngga sih).
Berawal di semester 6 zaman kuliahan dulu, saya mulai keranjingan menyemir rambut saya.
Well...bukannya tidak mensykuri anugerah Tuhan....sungguh!! Malah sebaliknya.
Saya dianugerahi rambut hitam legam dan agak berombak dan berkesan ngembang. Sementara wajah saya imut (haha...beneran) jadi sedikit tidak imbang dengan rambut yang wuikkkkkkk
Kalau potongannya pendek...imut abis
Potongan sedang....kewalahan dengan ngembangnya
Kalau panjang....yah, ujung-ujungan ikat ekor kuda. Bosan!!
Sejak itu kepikiran deh untuk nyemir rambut, just for style dan make an image of my self.
Cuma semenjak pulang ke kampung halaman ku yang rada kritis kalau liat rambut disemir...saya agak hati-hati memilih warna. Jangan ditanya soal keberanian dalam memilih warna, kalau ditantang, saya juga brani nyemir warna Pink ! Tapi masalahnya lain kalau udah balik ke kampung. Apalagi kalau kerja selalu bersinggungan dengan yang namanya petugas pemerintahan dan masyarakat petani. Jadilah si rambut jadi pokok bahasan, apalagi baru pertama ketemu (Lama-lama jadi kebal juga, serasa artis...gubrakkk). Jadi kalau jam kerja saya menggulung rambut sedemikian rupa. Jadi warna yang kelihatan paling highlight nya aja.
Dan minggu ini pertanyaan 'mengapa ' hampir tiap hari aku temui.
Semua pertanyaan minggu ini ditutup oleh pak Camat (hihi...sorry Pak)
"Lho..rambutnya kenapa, bu? Warnanya agak beda ya?"
Malas berdiplomasi lebih lanjut, saya hanya menjawab, "Iya, Pak. Warna hitam rambut saya luntur."
"Haha....luntur bagaimana...Anak zaman sekarang ada-ada saja"
Dan saya pun cuma cengengesan...
Padahal saya cuma mesyukuri anugerah Tuhan dengan membuatnya sedikit lebih indah. Toh mereka tidak akan cepat lupa akan diri ku. hahaha...dan kali ini benar-benar narsis
(Jangan takut menjadi diri sendiri selama tidak merugikan dan menyakiti orang lain, karena anda adalah ciptaanNya yang berharga)
kemudian ngaca dan menyisir rambut yang sudah sepinggang (ah...tercapai juga punya rambut panjang. narsisssssss..) Kemudian rambut ku gulung. Ok...perfect, kukeluarkan kunci sepeda motor dari tas dan brummm berangkat.
Kali ini saya sedikit narsis dengan membahas rambut saya yang tidak seberapa indah ini (hihihi..). Soalnya seminggu ini, rambut saya sering disinggung ama orang yang sudah saya kenal atau cuma sekadar berpapasan di Pom bensin (lebay ngga sih).
Berawal di semester 6 zaman kuliahan dulu, saya mulai keranjingan menyemir rambut saya.
Well...bukannya tidak mensykuri anugerah Tuhan....sungguh!! Malah sebaliknya.
Saya dianugerahi rambut hitam legam dan agak berombak dan berkesan ngembang. Sementara wajah saya imut (haha...beneran) jadi sedikit tidak imbang dengan rambut yang wuikkkkkkk
Kalau potongannya pendek...imut abis
Potongan sedang....kewalahan dengan ngembangnya
Kalau panjang....yah, ujung-ujungan ikat ekor kuda. Bosan!!
Sejak itu kepikiran deh untuk nyemir rambut, just for style dan make an image of my self.
Cuma semenjak pulang ke kampung halaman ku yang rada kritis kalau liat rambut disemir...saya agak hati-hati memilih warna. Jangan ditanya soal keberanian dalam memilih warna, kalau ditantang, saya juga brani nyemir warna Pink ! Tapi masalahnya lain kalau udah balik ke kampung. Apalagi kalau kerja selalu bersinggungan dengan yang namanya petugas pemerintahan dan masyarakat petani. Jadilah si rambut jadi pokok bahasan, apalagi baru pertama ketemu (Lama-lama jadi kebal juga, serasa artis...gubrakkk). Jadi kalau jam kerja saya menggulung rambut sedemikian rupa. Jadi warna yang kelihatan paling highlight nya aja.
Dan minggu ini pertanyaan 'mengapa ' hampir tiap hari aku temui.
Semua pertanyaan minggu ini ditutup oleh pak Camat (hihi...sorry Pak)
"Lho..rambutnya kenapa, bu? Warnanya agak beda ya?"
Malas berdiplomasi lebih lanjut, saya hanya menjawab, "Iya, Pak. Warna hitam rambut saya luntur."
"Haha....luntur bagaimana...Anak zaman sekarang ada-ada saja"
Dan saya pun cuma cengengesan...
Padahal saya cuma mesyukuri anugerah Tuhan dengan membuatnya sedikit lebih indah. Toh mereka tidak akan cepat lupa akan diri ku. hahaha...dan kali ini benar-benar narsis
(Jangan takut menjadi diri sendiri selama tidak merugikan dan menyakiti orang lain, karena anda adalah ciptaanNya yang berharga)
Selasa, 07 Juli 2009
Nice to meet you, guys....
Aku percaya bila kita menghapus masa lalu, itu sama saja menghapus sejarah hidup kita sendiri.
Baik, buruk, susah, senang adalah warna dari setiap perjalanan hidup. Tidak seorang pun berhak menghapusnya. Tidak.
'Friendship' jadi tema kehidupan ku, di bulan Juli ini. Secara beruntun, aku menemukan teman-teman lama sewaktu SMU dulu.
Semua berawal dari facebook (Thank you for MARK ZUCKERBERG, si om pembuat Facebook).
Melihat nama mereka, lalu bertanya kabar, siapa, dimana dan bagaimana....
Ada yang menggeliat di dalam otak ini dan.....kenangan itu pun seakan menari-nari lagi.
Foto-foto jadul waktu SMA juga bermunculan, hahaha....geli banget kalau lihat ekspresi nya. Sesekali otak bekerja mencari tahu nama teman lain yang ada di foto, berikut dengan tempat dan berbagai peristiwa yang terjadi saat itu.
setiap 'klik' mouse memberikan makna untuk setiap nama dan gambar.
Kenakalan dan kejahilan masa itu..
Cerita cinta waktu itu...
Pelajaran hidup, susah senang...tergambar jelas...
Waktu berjalan terus.
Melihat 9 tahun ke belakang adalah saat ber intropeksi,sebanyak apa yang telah kudapat dan kuberi..............
Ku pandangi wajah-wajah mereka di dalam foto itu. Mereka istimewa.
Bagaimana pun mereka adalah saksi perjalananku semasa SMA.
Sekali lagi aku tersenyum.....menatap aku di 9 tahun yang lalu.
Kututup jendela Facebook...bersiap melanjutkan kehidupan ku sekarang.
Apa dan bagaimana aku 9 tahun mendatang adalah sebuah misteri.
Namun memberi yang terbaik untuk setiap waktu yang akan kulewati adalah tugas dan tanggung jawab demi sejarah kehidupan ku.
Karena hidup adalah perjuangan
Baik, buruk, susah, senang adalah warna dari setiap perjalanan hidup. Tidak seorang pun berhak menghapusnya. Tidak.
'Friendship' jadi tema kehidupan ku, di bulan Juli ini. Secara beruntun, aku menemukan teman-teman lama sewaktu SMU dulu.
Semua berawal dari facebook (Thank you for MARK ZUCKERBERG, si om pembuat Facebook).
Melihat nama mereka, lalu bertanya kabar, siapa, dimana dan bagaimana....
Ada yang menggeliat di dalam otak ini dan.....kenangan itu pun seakan menari-nari lagi.
Foto-foto jadul waktu SMA juga bermunculan, hahaha....geli banget kalau lihat ekspresi nya. Sesekali otak bekerja mencari tahu nama teman lain yang ada di foto, berikut dengan tempat dan berbagai peristiwa yang terjadi saat itu.
setiap 'klik' mouse memberikan makna untuk setiap nama dan gambar.
Kenakalan dan kejahilan masa itu..
Cerita cinta waktu itu...
Pelajaran hidup, susah senang...tergambar jelas...
Waktu berjalan terus.
Melihat 9 tahun ke belakang adalah saat ber intropeksi,sebanyak apa yang telah kudapat dan kuberi..............
Ku pandangi wajah-wajah mereka di dalam foto itu. Mereka istimewa.
Bagaimana pun mereka adalah saksi perjalananku semasa SMA.
Sekali lagi aku tersenyum.....menatap aku di 9 tahun yang lalu.
Kututup jendela Facebook...bersiap melanjutkan kehidupan ku sekarang.
Apa dan bagaimana aku 9 tahun mendatang adalah sebuah misteri.
Namun memberi yang terbaik untuk setiap waktu yang akan kulewati adalah tugas dan tanggung jawab demi sejarah kehidupan ku.
Karena hidup adalah perjuangan
Kamis, 18 Juni 2009
Tao Toba ku Nauli,....
Siapa yang nggak tahu Danau toba...? kalau dia penduduk Indonesia, keterlaluan kalau tidak tahu danau favoritku ini.
Minggu, 14 Juni 2009, penat dengan segudang aktifitas seminggu, akhirnya sepulang gereja aku dengan susah payah merayu bapak untuk jalan-jalan (sampai pake rayuan pulau kelapa lho ).
Satu anggukan membuat aku dan adikku teriak hiteris...dan Yesssss perjalanan dimulai.
Brrummmmmm.......
Wow...danaunya mulai kelihatan. Memori SMA seakan ikut terbangun. Dulu sepulang sekolah hampir tiap hari aku menelusuri pinggiran danau ini (jalan kaki soalnya...hemat biar bisa jajan mi Gomak Bencong Balige. wkwkwkwk)
Dan di Bali...walaupun bukan danau, birunya laut selalu menemani hari-hariku.
Biru......
Cerah....
Diawali dari Hutaginjang...tapi kurang berkesan, walaupun ada pembukaan perlombaan Gantole disana. Berdebu, macet (yah..a.cara dadakan) dan ramai :-(
Akhirnya kami ke menelusuri Muara....lalu ke Bakara (FYI: kami menelusuri jalan di pinggir Danau....arrrrrgh....indah banget)
Nih..dokumentasinya hasil jepretan Kamera saku Canon ku
Minggu, 14 Juni 2009, penat dengan segudang aktifitas seminggu, akhirnya sepulang gereja aku dengan susah payah merayu bapak untuk jalan-jalan (sampai pake rayuan pulau kelapa lho ).
Satu anggukan membuat aku dan adikku teriak hiteris...dan Yesssss perjalanan dimulai.
Brrummmmmm.......
Wow...danaunya mulai kelihatan. Memori SMA seakan ikut terbangun. Dulu sepulang sekolah hampir tiap hari aku menelusuri pinggiran danau ini (jalan kaki soalnya...hemat biar bisa jajan mi Gomak Bencong Balige. wkwkwkwk)
Dan di Bali...walaupun bukan danau, birunya laut selalu menemani hari-hariku.
Biru......
Cerah....
Diawali dari Hutaginjang...tapi kurang berkesan, walaupun ada pembukaan perlombaan Gantole disana. Berdebu, macet (yah..a.cara dadakan) dan ramai :-(
Akhirnya kami ke menelusuri Muara....lalu ke Bakara (FYI: kami menelusuri jalan di pinggir Danau....arrrrrgh....indah banget)
Nih..dokumentasinya hasil jepretan Kamera saku Canon ku
Kamis, 11 Juni 2009
Hujan kok es.......???
Akhir April 2009, warga di tempat tinggal saya dikagetkan dengan hujan es batu(Desa Pagarbatu dan Silangkitang). Sore itu banyak orang hilir mudik lewat depan rumah nenteng atap fiber, yang ternyata bocor akibat hujan es (termasuk atap fiber kami). Panen padi yang sudah didepan mata harus gagal (termasuk sawah mama ku yang luasnya tidak seberapa), Atap rumah penduduk banyak yang bocor dan terbang dibawa angin.selama ini yang saya tahu hujan ya hujan saja, nggak usah pakai es. emangnya es teh??? Hahaha......
Hujan es secara ilmiah disebut "hail stone". Terjadinya dari proses updraft (gerakan udara ke atas) pembentukan awan cumulonimbus yang menjulang tinggi seperti jamur. Proses updraft disertai dengan udara basah dari bawah ketika mencapai ketiggian dengan suhu di bawah nol derajat (sekitar ketinggian lebih dari 5.000 m) uap air yang sangat dingin bertemu dengan inti kondensasi pembentuk awam yang kemudian membentuk gumpalan es.
Butiran es kemudian jatuh bersamaan dengan hujan lebat yang kadang disertai dengan angin kencang atau puting beliung. Kejadian ini potensial terjadi pada masim pancaroba saat ini karena angin cenderung lemah dan berubah-ubah arah, sehingga pemanasan optimum yang menyebabkan suhu relatif tinggi. Penguapan yang intensif diperkuat dengan kondisi MJO (Madden-Julian Oscilation) yang mengindikasikan konveksi kuat. Akibatnya udara hangat yang mengandung uap air didorong cepat ke atas mencapai daerah yang sangat dingin.
Hujan es secara ilmiah disebut "hail stone". Terjadinya dari proses updraft (gerakan udara ke atas) pembentukan awan cumulonimbus yang menjulang tinggi seperti jamur. Proses updraft disertai dengan udara basah dari bawah ketika mencapai ketiggian dengan suhu di bawah nol derajat (sekitar ketinggian lebih dari 5.000 m) uap air yang sangat dingin bertemu dengan inti kondensasi pembentuk awam yang kemudian membentuk gumpalan es.
Butiran es kemudian jatuh bersamaan dengan hujan lebat yang kadang disertai dengan angin kencang atau puting beliung. Kejadian ini potensial terjadi pada masim pancaroba saat ini karena angin cenderung lemah dan berubah-ubah arah, sehingga pemanasan optimum yang menyebabkan suhu relatif tinggi. Penguapan yang intensif diperkuat dengan kondisi MJO (Madden-Julian Oscilation) yang mengindikasikan konveksi kuat. Akibatnya udara hangat yang mengandung uap air didorong cepat ke atas mencapai daerah yang sangat dingin.
Esnya, karena terbuat dari uap yang terkondensasi pada partikel-partikel yang umumnya bersifat polutan udara, tentu tidak layak dikonsumsi.
Beberapa gambar Awan Cumulonimbus (Cb)
Rabu, 03 Juni 2009
Pahae tanah penuh berkat,
Natural.................
Indah...............
Segar...............
Kesan yang kudapat begitu sampai di desa Pardamean Nainggolan,Pahae.
Biru, Kuning, Hijau,,,,, perpaduan warna yang sangat dinamis.
Pahae benar-benar tempat penuh berkat. Aliran sungai cocok untukperikanan, tanah yang subur untuk pertanian, dan panorama alam, yang sayang untuk diacuhkan. Hanya saja SDM nya kurang memadai. Masyarakat disana terlalu menikmati berkat itu tanpa berusaha lebih keras untuk memanfaatkan dan mempertahankan. Para petani desa itu jarang membawa air minum bekal selama bekerja. mereka hanya membawa jeregen tempat air. Airnya diambildari mata air dekat sawah dan memasakanya...tinggal menempelkan pada tanah yang ada sumber air panasnya. Wonderful.
Di tengah sawah ada sumber air panas belerang. Yang lebih seru aliran air panasnya bertemu dengan aliran sungai yang jernih. Tidak kalah baiknya dengan SPA di Bali yang pernah saya temui. Baru kali ini saya ke pemandian umum namun serasa pemandian hotel. Gimana nggak...di pemandian umum itu ada dua pipa aliran air. Satu aliran air panas (tapi suhunya hangat-hangat kuku kok) dan satunya aliran air dingin/alami. benar-benar dimanjakan.........
Indah...............
Segar...............
Kesan yang kudapat begitu sampai di desa Pardamean Nainggolan,Pahae.
Biru, Kuning, Hijau,,,,, perpaduan warna yang sangat dinamis.
Pahae benar-benar tempat penuh berkat. Aliran sungai cocok untukperikanan, tanah yang subur untuk pertanian, dan panorama alam, yang sayang untuk diacuhkan. Hanya saja SDM nya kurang memadai. Masyarakat disana terlalu menikmati berkat itu tanpa berusaha lebih keras untuk memanfaatkan dan mempertahankan. Para petani desa itu jarang membawa air minum bekal selama bekerja. mereka hanya membawa jeregen tempat air. Airnya diambildari mata air dekat sawah dan memasakanya...tinggal menempelkan pada tanah yang ada sumber air panasnya. Wonderful.
Di tengah sawah ada sumber air panas belerang. Yang lebih seru aliran air panasnya bertemu dengan aliran sungai yang jernih. Tidak kalah baiknya dengan SPA di Bali yang pernah saya temui. Baru kali ini saya ke pemandian umum namun serasa pemandian hotel. Gimana nggak...di pemandian umum itu ada dua pipa aliran air. Satu aliran air panas (tapi suhunya hangat-hangat kuku kok) dan satunya aliran air dingin/alami. benar-benar dimanjakan.........
Petani memasak air di atas semburan (kecil) sumber air panas
Kanan: aliran air panas. Kiri: aliran sungai yang dingin. KAlo di mix..serasa di SPA deh
Bukan dari PAhae namanya kalo ga ada pesta Duren!Serbu......
Dijamin ketagihan....
Langganan:
Postingan (Atom)








