Bapa Tua, demikian kami memanggilnya.
Karena beliau adalah suami dari kakak mama yang udah beberapa tahun lalu meninggal.
Yah...dia seorang duda dengan 7 orang anak. Kalau tidak salah umur beliau kini sudah 64 tahun.
Puluhan tahun beliau menjabat sebagai Manajer di salah satu Hotel terkenal di Kota Medan dan menjalani hidup dengan gaya yang cukup mewah.
Itu dulu, sekarang Beliau sudah pulang kampung. Membangun rumah mungil dan memulai usahanya bersama istri yang baru dua hari dinikahinya.
(Well...soal ini semua keluarga sudah menyetujui dan mendukung).
Tidak ada yang menarik dari Bapa Tua kami selain caranya dalam menjalani hidup. Beliau sering curhat kepada kedua orang tuaku. Bercerita tentang masa lalunya dan caranya kini menjalani hidup.
Setelah panjang lebar bercerita, beliau selalu menutup ceritanya dengan satu kalimat," Inilah namanya menatap masa depan di usia senja. Ha..ha..ha.."
Biasanya kalau Saya disana, saya akan memprotes..., "Bukan, Tua...tapi meniti. Kalau menatap itu artinya do nothing..."
Kalimat sederhana, namun bila dipikirkan lebih lanjut lagi akan mengandung makna yang sangat berarti.
Selamat berbahagia 'Tua................
Selasa, 18 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar