Kamis, 18 Juni 2009

Tao Toba ku Nauli,....

Siapa yang nggak tahu Danau toba...? kalau dia penduduk Indonesia, keterlaluan kalau tidak tahu danau favoritku ini.
Minggu, 14 Juni 2009, penat dengan segudang aktifitas seminggu, akhirnya sepulang gereja aku dengan susah payah merayu bapak untuk jalan-jalan (sampai pake rayuan pulau kelapa lho ).
Satu anggukan membuat aku dan adikku teriak hiteris...dan Yesssss perjalanan dimulai.

Brrummmmmm.......
Wow...danaunya mulai kelihatan. Memori SMA seakan ikut terbangun. Dulu sepulang sekolah hampir tiap hari aku menelusuri pinggiran danau ini (jalan kaki soalnya...hemat biar bisa jajan mi Gomak Bencong Balige. wkwkwkwk)

Dan di Bali...walaupun bukan danau, birunya laut selalu menemani hari-hariku.


Biru......
Cerah....

Diawali dari Hutaginjang...tapi kurang berkesan, walaupun ada pembukaan perlombaan Gantole disana. Berdebu, macet (yah..a.cara dadakan) dan ramai :-(

Akhirnya kami ke menelusuri Muara....lalu ke Bakara (FYI: kami menelusuri jalan di pinggir Danau....arrrrrgh....indah banget)
Nih..dokumentasinya hasil jepretan Kamera saku Canon ku
Happy Holyday....
Bukan adegan Titanic (with my beloved sister 'Wina')

Wakkk...danaunya serasa milik sendiri, yang lain ngontrak dah. Sepi..

It' mine. haha....
Wak........ pose aneh. hahaha...(Dinal, Aku, Martha, Wina dan Sang Among)


So cozy....sampai kapan pun I Love Danau Toba. SAve The Lake!!!!

Kamis, 11 Juni 2009

Hujan kok es.......???

Akhir April 2009, warga di tempat tinggal saya dikagetkan dengan hujan es batu(Desa Pagarbatu dan Silangkitang). Sore itu banyak orang hilir mudik lewat depan rumah nenteng atap fiber, yang ternyata bocor akibat hujan es (termasuk atap fiber kami). Panen padi yang sudah didepan mata harus gagal (termasuk sawah mama ku yang luasnya tidak seberapa), Atap rumah penduduk banyak yang bocor dan terbang dibawa angin.selama ini yang saya tahu hujan ya hujan saja, nggak usah pakai es. emangnya es teh??? Hahaha......

Hujan es secara ilmiah disebut "hail stone". Terjadinya dari proses updraft (gerakan udara ke atas) pembentukan awan cumulonimbus yang menjulang tinggi seperti jamur. Proses updraft disertai dengan udara basah dari bawah ketika mencapai ketiggian dengan suhu di bawah nol derajat (sekitar ketinggian lebih dari 5.000 m) uap air yang sangat dingin bertemu dengan inti kondensasi pembentuk awam yang kemudian membentuk gumpalan es.

Butiran es kemudian jatuh bersamaan dengan hujan lebat yang kadang disertai dengan angin kencang atau puting beliung. Kejadian ini potensial terjadi pada masim pancaroba saat ini karena angin cenderung lemah dan berubah-ubah arah, sehingga pemanasan optimum yang menyebabkan suhu relatif tinggi. Penguapan yang intensif diperkuat dengan kondisi MJO (Madden-Julian Oscilation) yang mengindikasikan konveksi kuat. Akibatnya udara hangat yang mengandung uap air didorong cepat ke atas mencapai daerah yang sangat dingin.

Esnya, karena terbuat dari uap yang terkondensasi pada partikel-partikel yang umumnya bersifat polutan udara, tentu tidak layak dikonsumsi.




Beberapa gambar Awan Cumulonimbus (Cb)


Gambar butiran hujan es batu di Desa Pagarbatu (Thanx untuk koleksi foto ito Videsta Tambunan owner of WarNet Channel One Tarutung)
butiran hujan es batu di tanah
Mau ditimpuk dengan ini?? brrrrrrrrr........hahaha

Rabu, 03 Juni 2009

Pahae tanah penuh berkat,

Natural.................
Indah...............
Segar...............
Kesan yang kudapat begitu sampai di desa Pardamean Nainggolan,Pahae.
Biru, Kuning, Hijau,,,,, perpaduan warna yang sangat dinamis.
Pahae benar-benar tempat penuh berkat. Aliran sungai cocok untukperikanan, tanah yang subur untuk pertanian, dan panorama alam, yang sayang untuk diacuhkan. Hanya saja SDM nya kurang memadai. Masyarakat disana terlalu menikmati berkat itu tanpa berusaha lebih keras untuk memanfaatkan dan mempertahankan. Para petani desa itu jarang membawa air minum bekal selama bekerja. mereka hanya membawa jeregen tempat air. Airnya diambildari mata air dekat sawah dan memasakanya...tinggal menempelkan pada tanah yang ada sumber air panasnya. Wonderful.
Di tengah sawah ada sumber air panas belerang. Yang lebih seru aliran air panasnya bertemu dengan aliran sungai yang jernih. Tidak kalah baiknya dengan SPA di Bali yang pernah saya temui. Baru kali ini saya ke pemandian umum namun serasa pemandian hotel. Gimana nggak...di pemandian umum itu ada dua pipa aliran air. Satu aliran air panas (tapi suhunya hangat-hangat kuku kok) dan satunya aliran air dingin/alami. benar-benar dimanjakan.........
Desa yang indah



Sumber air panas di tengah sungai, perhatiin pohon dan tanaman disekitarnya. Tetap hijau kan?

Petani memasak air di atas semburan (kecil) sumber air panas

Kanan: aliran air panas. Kiri: aliran sungai yang dingin. KAlo di mix..serasa di SPA deh

Bukan dari PAhae namanya kalo ga ada pesta Duren!Serbu......


Dijamin ketagihan....



Setelah jalan kemana-mana, tugas utama harus dijalankan. Menyuluh....

Pulang....