Minggu, 19 Juli 2009

Jangan Menyerah

Sejak kepulanganku ke kampung halaman ku 2,5 tahun yang lalu, aku menjalani profesi sebagai guru di salah satu sekolah negeri kejuruan. Honornya memang tidak seberapa bila dibandingkan omset kios kecil yang saat ini sedang kukelola.

Namun wajah-wajah siswaku selalu menyemangati ku untuk bangun pagi dan tidak sabar datang ke sekolah untuk berbagi dengan mereka.

Hm..ada yang nakal tapi selalu cari perhatian, ada penurut, pendiam, atau over acting.
Sungguh beragam...menambah kecintaan ku pada mereka.

Namun itu dulu. .....
Untuk tahun ini saya tidak berprofesi sebagai guru di sekolah yang kucintai itu.

November 2008, 7 orang tenaga pengajar disana mengikuti ujian penerimaan tenaga penyuluh. Empat diantaranya dinyatakan lulus (termasuk saya).

Well....walaupun berat, Saya percaya DIA punya rencana yang terbaik untuk ku.

.........syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik

tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi


Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa...........


Kusadari bahwa jalan ku masih panjang kuseka air mata ku dan kuamini lirik lagu itu...

(Setelah mencari tahu ternyata itu liriknya lagu D'massive 'jangan menyerah')

Kebersamaan itu yang sering membuat aku kangen

canda tawa dan celoteh mereka..........

Segala sesuatu indah pada waktunya bukan???

Jumat, 10 Juli 2009

Warna hitamnya, luntur pak....

Pagi itu, saya sarapan, pake baju dinas dan juga mempersiapkan segala tetek bengek yang perlu untuk pekerjaan saya.

kemudian ngaca dan menyisir rambut yang sudah sepinggang (ah...tercapai juga punya rambut panjang. narsisssssss..) Kemudian rambut ku gulung. Ok...perfect, kukeluarkan kunci sepeda motor dari tas dan brummm berangkat.

Kali ini saya sedikit narsis dengan membahas rambut saya yang tidak seberapa indah ini (hihihi..). Soalnya seminggu ini, rambut saya sering disinggung ama orang yang sudah saya kenal atau cuma sekadar berpapasan di Pom bensin (lebay ngga sih).

Berawal di semester 6 zaman kuliahan dulu, saya mulai keranjingan menyemir rambut saya.
Well...bukannya tidak mensykuri anugerah Tuhan....sungguh!! Malah sebaliknya.
Saya dianugerahi rambut hitam legam dan agak berombak dan berkesan ngembang. Sementara wajah saya imut (haha...beneran) jadi sedikit tidak imbang dengan rambut yang wuikkkkkkk
Kalau potongannya pendek...imut abis
Potongan sedang....kewalahan dengan ngembangnya
Kalau panjang....yah, ujung-ujungan ikat ekor kuda. Bosan!!
Sejak itu kepikiran deh untuk nyemir rambut, just for style dan make an image of my self.

Cuma semenjak pulang ke kampung halaman ku yang rada kritis kalau liat rambut disemir...saya agak hati-hati memilih warna. Jangan ditanya soal keberanian dalam memilih warna, kalau ditantang, saya juga brani nyemir warna Pink ! Tapi masalahnya lain kalau udah balik ke kampung. Apalagi kalau kerja selalu bersinggungan dengan yang namanya petugas pemerintahan dan masyarakat petani. Jadilah si rambut jadi pokok bahasan, apalagi baru pertama ketemu (Lama-lama jadi kebal juga, serasa artis...gubrakkk). Jadi kalau jam kerja saya menggulung rambut sedemikian rupa. Jadi warna yang kelihatan paling highlight nya aja.
Dan minggu ini pertanyaan 'mengapa ' hampir tiap hari aku temui.
Semua pertanyaan minggu ini ditutup oleh pak Camat (hihi...sorry Pak)

"Lho..rambutnya kenapa, bu? Warnanya agak beda ya?"
Malas berdiplomasi lebih lanjut, saya hanya menjawab, "Iya, Pak. Warna hitam rambut saya luntur."
"Haha....luntur bagaimana...Anak zaman sekarang ada-ada saja"
Dan saya pun cuma cengengesan...

Padahal saya cuma mesyukuri anugerah Tuhan dengan membuatnya sedikit lebih indah. Toh mereka tidak akan cepat lupa akan diri ku. hahaha...dan kali ini benar-benar narsis


(Jangan takut menjadi diri sendiri selama tidak merugikan dan menyakiti orang lain, karena anda adalah ciptaanNya yang berharga)

Selasa, 07 Juli 2009

Nice to meet you, guys....

Aku percaya bila kita menghapus masa lalu, itu sama saja menghapus sejarah hidup kita sendiri.
Baik, buruk, susah, senang adalah warna dari setiap perjalanan hidup. Tidak seorang pun berhak menghapusnya. Tidak.

'Friendship' jadi tema kehidupan ku, di bulan Juli ini. Secara beruntun, aku menemukan teman-teman lama sewaktu SMU dulu.
Semua berawal dari facebook (Thank you for MARK ZUCKERBERG, si om pembuat Facebook).

Melihat nama mereka, lalu bertanya kabar, siapa, dimana dan bagaimana....
Ada yang menggeliat di dalam otak ini dan.....kenangan itu pun seakan menari-nari lagi.
Foto-foto jadul waktu SMA juga bermunculan, hahaha....geli banget kalau lihat ekspresi nya. Sesekali otak bekerja mencari tahu nama teman lain yang ada di foto, berikut dengan tempat dan berbagai peristiwa yang terjadi saat itu.
setiap 'klik' mouse memberikan makna untuk setiap nama dan gambar.

Kenakalan dan kejahilan masa itu..
Cerita cinta waktu itu...
Pelajaran hidup, susah senang...tergambar jelas...


Waktu berjalan terus.
Melihat 9 tahun ke belakang adalah saat ber intropeksi,sebanyak apa yang telah kudapat dan kuberi..............

Ku pandangi wajah-wajah mereka di dalam foto itu. Mereka istimewa.
Bagaimana pun mereka adalah saksi perjalananku semasa SMA.


Sekali lagi aku tersenyum.....menatap aku di 9 tahun yang lalu.
Kututup jendela Facebook...bersiap melanjutkan kehidupan ku sekarang.
Apa dan bagaimana aku 9 tahun mendatang adalah sebuah misteri.

Namun memberi yang terbaik untuk setiap waktu yang akan kulewati adalah tugas dan tanggung jawab demi sejarah kehidupan ku.

Karena hidup adalah perjuangan