Pagi itu, saya sarapan, pake baju dinas dan juga mempersiapkan segala tetek bengek yang perlu untuk pekerjaan saya.
kemudian ngaca dan menyisir rambut yang sudah sepinggang (ah...tercapai juga punya rambut panjang. narsisssssss..) Kemudian rambut ku gulung. Ok...perfect, kukeluarkan kunci sepeda motor dari tas dan brummm berangkat.
Kali ini saya sedikit narsis dengan membahas rambut saya yang tidak seberapa indah ini (hihihi..). Soalnya seminggu ini, rambut saya sering disinggung ama orang yang sudah saya kenal atau cuma sekadar berpapasan di Pom bensin (lebay ngga sih).
Berawal di semester 6 zaman kuliahan dulu, saya mulai keranjingan menyemir rambut saya.
Well...bukannya tidak mensykuri anugerah Tuhan....sungguh!! Malah sebaliknya.
Saya dianugerahi rambut hitam legam dan agak berombak dan berkesan ngembang. Sementara wajah saya imut (haha...beneran) jadi sedikit tidak imbang dengan rambut yang wuikkkkkkk
Kalau potongannya pendek...imut abis
Potongan sedang....kewalahan dengan ngembangnya
Kalau panjang....yah, ujung-ujungan ikat ekor kuda. Bosan!!
Sejak itu kepikiran deh untuk nyemir rambut, just for style dan make an image of my self.
Cuma semenjak pulang ke kampung halaman ku yang rada kritis kalau liat rambut disemir...saya agak hati-hati memilih warna. Jangan ditanya soal keberanian dalam memilih warna, kalau ditantang, saya juga brani nyemir warna Pink ! Tapi masalahnya lain kalau udah balik ke kampung. Apalagi kalau kerja selalu bersinggungan dengan yang namanya petugas pemerintahan dan masyarakat petani. Jadilah si rambut jadi pokok bahasan, apalagi baru pertama ketemu (Lama-lama jadi kebal juga, serasa artis...gubrakkk). Jadi kalau jam kerja saya menggulung rambut sedemikian rupa. Jadi warna yang kelihatan paling highlight nya aja.
Dan minggu ini pertanyaan 'mengapa ' hampir tiap hari aku temui.
Semua pertanyaan minggu ini ditutup oleh pak Camat (hihi...sorry Pak)
"Lho..rambutnya kenapa, bu? Warnanya agak beda ya?"
Malas berdiplomasi lebih lanjut, saya hanya menjawab, "Iya, Pak. Warna hitam rambut saya luntur."
"Haha....luntur bagaimana...Anak zaman sekarang ada-ada saja"
Dan saya pun cuma cengengesan...
Padahal saya cuma mesyukuri anugerah Tuhan dengan membuatnya sedikit lebih indah. Toh mereka tidak akan cepat lupa akan diri ku. hahaha...dan kali ini benar-benar narsis
(Jangan takut menjadi diri sendiri selama tidak merugikan dan menyakiti orang lain, karena anda adalah ciptaanNya yang berharga)