Aku dan dua teman cewek tertawa terbahak-bahak ketika salah satu teman cowok kami dengan polosnya bilang, "Heran deh liat cewek...kadang udah jelas-jelas moodnya ga enak, suka uring-uringan...tapi kalau ditanya 'kenapa?' suka bilang 'nggak tau'! kan ga logika...masak ada asap ga ada api???"
Dan kami bertiga memang tidak punya penjelasan yang rinci tentang pertanyaan itu. kami hanya bilang, "Yah...terima ajah nasib mu sebagai lelaki yang harus mengerti perempuan."
Dengan muka sebal dia menanggapi, "Mahluk aneh!"
"tApi tetap suka 'kan....??? hahahahahaha........"
demikian lah wanita, mungkin rumit, tidak masuk akal dan menyebalkan. Namun kami wanita masih tetap dibutuhkan, sentuhan kami tetap dirindukan....
Hahahaha...Thanx God I'm a woman
Sabtu, 29 Agustus 2009
Selasa, 18 Agustus 2009
Menatap Masa Depan Di Usia Senja...............
Bapa Tua, demikian kami memanggilnya.
Karena beliau adalah suami dari kakak mama yang udah beberapa tahun lalu meninggal.
Yah...dia seorang duda dengan 7 orang anak. Kalau tidak salah umur beliau kini sudah 64 tahun.
Puluhan tahun beliau menjabat sebagai Manajer di salah satu Hotel terkenal di Kota Medan dan menjalani hidup dengan gaya yang cukup mewah.
Itu dulu, sekarang Beliau sudah pulang kampung. Membangun rumah mungil dan memulai usahanya bersama istri yang baru dua hari dinikahinya.
(Well...soal ini semua keluarga sudah menyetujui dan mendukung).
Tidak ada yang menarik dari Bapa Tua kami selain caranya dalam menjalani hidup. Beliau sering curhat kepada kedua orang tuaku. Bercerita tentang masa lalunya dan caranya kini menjalani hidup.
Setelah panjang lebar bercerita, beliau selalu menutup ceritanya dengan satu kalimat," Inilah namanya menatap masa depan di usia senja. Ha..ha..ha.."
Biasanya kalau Saya disana, saya akan memprotes..., "Bukan, Tua...tapi meniti. Kalau menatap itu artinya do nothing..."
Kalimat sederhana, namun bila dipikirkan lebih lanjut lagi akan mengandung makna yang sangat berarti.
Selamat berbahagia 'Tua................
Karena beliau adalah suami dari kakak mama yang udah beberapa tahun lalu meninggal.
Yah...dia seorang duda dengan 7 orang anak. Kalau tidak salah umur beliau kini sudah 64 tahun.
Puluhan tahun beliau menjabat sebagai Manajer di salah satu Hotel terkenal di Kota Medan dan menjalani hidup dengan gaya yang cukup mewah.
Itu dulu, sekarang Beliau sudah pulang kampung. Membangun rumah mungil dan memulai usahanya bersama istri yang baru dua hari dinikahinya.
(Well...soal ini semua keluarga sudah menyetujui dan mendukung).
Tidak ada yang menarik dari Bapa Tua kami selain caranya dalam menjalani hidup. Beliau sering curhat kepada kedua orang tuaku. Bercerita tentang masa lalunya dan caranya kini menjalani hidup.
Setelah panjang lebar bercerita, beliau selalu menutup ceritanya dengan satu kalimat," Inilah namanya menatap masa depan di usia senja. Ha..ha..ha.."
Biasanya kalau Saya disana, saya akan memprotes..., "Bukan, Tua...tapi meniti. Kalau menatap itu artinya do nothing..."
Kalimat sederhana, namun bila dipikirkan lebih lanjut lagi akan mengandung makna yang sangat berarti.
Selamat berbahagia 'Tua................
Kamis, 06 Agustus 2009
Arti Hidup
Sesaat membuka jejaring Facebook, beragam celoteh para sahabat yang muncul.
Ada yang mengeluh, bersyukur, dan banyak lagi ungkapan ekspresi mereka.
Hm...kadang ada komentar yang menggelitik. Lumayan menghibur....
Demikian lah mereka memaknai hidup.
Beberapa hari yang lalu saya mendengar curhat 2 sahabat saya. Setelah panjang lebar mereka mengakhiri dengan," Ah, stress au...tumagonan nama mate huhilala (Ah...sku stress banget, mendingan mati aja deh)" dan komentar yang satu lagi, "Haccit gian ulu ku Ka, bunuh diri nama au ( Kepala ku pusing banget ka, kalau begini lebih baik bunuh diri saja)."
Dan stelah mereka berkata demikian, saya akan menimpali. JANGAN BODOH JADI ORANG!!!!!
Tidak peduli mereka marah.
Bukan kah hidup itu harus disyukuri???
Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah menjumpai masalah. Dari masalah ekonomi, keluarga,pekerjaan, sosial, percintaan,....(silahkan memperpanjang daftar ini dalam hati).
Saya pribadi sering mengalaminya. Bahkan urusan iri hati melihat kesuksesan teman atau masalah lain.
Wajar toh.... manusiawi.
Namun cukup asmpai disana, janga memperpanjang lagi, karena bila tidak hanya menodai semangat dan kejernihan pikiran.
Hidup itu anugerah.
Hidup itu hanya sekali.
Hidup itu butuh perjuangan.
Gagal lebih baik dari pada tidak berjuang sama sekali.
Tuhan pasti tidak pernah diam, kalau kita berusaha.
hhhhhhh.............Sebagai mana besar kita memaknai hidup ini
Jawablah dalam hati...
Yang pasti setiap hari yang baru, adalah kesempatan untuk memberikan yang terbaik.
Sampai kapan kita akan mengeluh, merasa terpuruk dan tidak dihargai.
Hidup itu terlalu sia-sia....kalau kita mengisinya 3 point di atas.
So....Selamat menjalani hidup.
Kamu pasti bisa
Ada yang mengeluh, bersyukur, dan banyak lagi ungkapan ekspresi mereka.
Hm...kadang ada komentar yang menggelitik. Lumayan menghibur....
Demikian lah mereka memaknai hidup.
Beberapa hari yang lalu saya mendengar curhat 2 sahabat saya. Setelah panjang lebar mereka mengakhiri dengan," Ah, stress au...tumagonan nama mate huhilala (Ah...sku stress banget, mendingan mati aja deh)" dan komentar yang satu lagi, "Haccit gian ulu ku Ka, bunuh diri nama au ( Kepala ku pusing banget ka, kalau begini lebih baik bunuh diri saja)."
Dan stelah mereka berkata demikian, saya akan menimpali. JANGAN BODOH JADI ORANG!!!!!
Tidak peduli mereka marah.
Bukan kah hidup itu harus disyukuri???
Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah menjumpai masalah. Dari masalah ekonomi, keluarga,pekerjaan, sosial, percintaan,....(silahkan memperpanjang daftar ini dalam hati).
Saya pribadi sering mengalaminya. Bahkan urusan iri hati melihat kesuksesan teman atau masalah lain.
Wajar toh.... manusiawi.
Namun cukup asmpai disana, janga memperpanjang lagi, karena bila tidak hanya menodai semangat dan kejernihan pikiran.
Hidup itu anugerah.
Hidup itu hanya sekali.
Hidup itu butuh perjuangan.
Gagal lebih baik dari pada tidak berjuang sama sekali.
Tuhan pasti tidak pernah diam, kalau kita berusaha.
hhhhhhh.............Sebagai mana besar kita memaknai hidup ini
Jawablah dalam hati...
Yang pasti setiap hari yang baru, adalah kesempatan untuk memberikan yang terbaik.
Sampai kapan kita akan mengeluh, merasa terpuruk dan tidak dihargai.
Hidup itu terlalu sia-sia....kalau kita mengisinya 3 point di atas.
So....Selamat menjalani hidup.
Kamu pasti bisa
Langganan:
Postingan (Atom)
