Pernah kah Anda berada di sebuah pertemuan formal? Katakanlah dalam ibadah,seminar atau pertemuan sejenis itu. Kemudian ada seorang petugas yang maju ke podium membacakan pengumumuman atau pemberitahuan. Setelah dua tiga kalimat ternyata ada pengumuman yang keliru atau mungkin salah membacakan. Apa yang akan terjadi setelah itu? Pasti akan terdengar bisik-bisik (gerutu) yang tidak jelas. Seolah-olah mereka sedang membahas kesalahan tersebut. Pertemuan yang seharusnya tertib, berubah menjadi berisik dan jauh dari kata hikmat. Mereka yang menggerutu berusaha mengoreksi kata yang salah dan mulai memberikan pandangan yang menurut mereka benar, ke orang yang berada disamping kiri atau kanan. Kalau menurut saya sih, mereka pamer. Pamer pendapat!
Mudah untuk membayangkan orang yang membacakan pengumuman tadi. Wajah merah padam, grogi, gagap. Kasihan ya? Bagaimana kalau kita dalam posisinya? Uff...ga enak banget,pastinya.
Dalam beberapa situasi, saya sangat menunggu ada orang yang membantu untuk meralat. Kemudian, acara bisa dilanjutkan,bukan? Secara hitung-hitungan waktu, hal ini juga pasti lebih menghemat. Dan menurut saya juga nih...tindakan tersebut lebih gentle.
Bukan menggerutu tanpa solusi. Itulah sebabnya, Saya salut pada orang yang ada dalam situasi seperti ini, cukup hanya tersenyum dan menganggukkan kepala. Terkadang kita memang harus belajar bertahan. Bertahan tidak menggerutu adalah salah satunya :-)
Minggu, 21 Februari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
