Rabu, 10 Maret 2010

tak semudah membalikkan tangan...

menunggu 'selembar' surat keputusan itu ternyata cukup membuat ku agak jenuh. hihi..berkal-kali saya mencoba mengucap syukur dalam keadaan bosan ini. yah seperti itulah..yang kata mamaku menunggu sesuatu yang pasti. satu...dua bulan....masih bersabar. namun ketika berada pada bulan ketiga masa penantian ya Tuhan ampuni aku....ternyata ada sesuatu yang harus ditangani sebagai akibat rasa jenuh ini. Emosi....

sebagai pribadi yang berasal dari etnis yang terkenal dengan emosi yang cukup tinggi (kata orang sih............*mencoba memikirkan penyebabnya, saya mulai kewalahan dalam mengatasi.
Yups.....radar emosiku akhir-akhir ini terlalu cepat naik turun. tidak seperti biasanya. terkadang saya merindukan berada ditengah-tengah teman yang berasal dari salah satu etnis yang cukup pintal menyembunyikan emosinya dan si jelek ku yang selalu bijak mengata-ngatai aku kalau legi emosi....(kisah lama).

tadi malam....(Pukul 11 malam kurang lebih)
(padahal baru selesai doa malam nih).
Juni (salah satu anak kos di rumah): (suara ketukan pintu kamar...) "ka...."

saya : "napa, Jun?"

Juni : "Anita di luar ka."

saya : "Biarin aja" (Karena Anita memang agak nyebelin karena sering keluar malam tanpa pamit)

Juni : "barusan dia nelpon, katanya dia di depan mau masuk"

saya: " Ya udah, biar aku bukain."

beranjak membuka pintu kios dan....melihat dia dengan pacarnya di seberang jalan. Dia nyeberang dan masuk ke dalam rumah. Dan....sial...dia nyelonong aja gitu tanpa ba..bi...bu...
plak.....pintu aku tutup dengan jengkel. udah bela-belain buka pintu tapi bilang makasih atau sori juga ga ada.

Whuzzzzz...tanpa permisi radar emosiku langsung memuncak dan mulai membentak dia dengan mengatakan ga punya etika lah...bla...bla....bla...bla

setelah itu aku masuk kamar dan merasa bersalah. kecewa karena malamku rusak karena harus memarahi si badung itu.. arghhh..masih berpikir aku menanyakan ke si pudan (adik bungsu yang masih megang hp)
"salah nggak...gitu"
"harus nya lebih pedes lagi ka"
Aku cuma senyum dan melanjutkan tidur...


tadi pagi (pukul 9 kurang lebih)
Siap-siap mau keluar rumah...
Sales ATK yang baru datang (padahal baru minggu lalu belanja)
mereka agak cerewet menawarkan barang-barang mereka. Aku hanya meminta barang yang aku perlukan.
tetapi mereka selalu menawarkan walaupun aku bilang stok barang yang ditawarin masih ada. tetap...aja mereka berceloteh.
Akhirnya agak ketus, aku bilang, "Sorry ya ....barangnya masih ada. Ntar kalau kalian datang pasti belanja sesuai dengan barang yang aku butuhkan."
Aku keluar dan menitipkan ke adek supaya dia terima barang yang kupesan ."
Di luar saat nunggu angkot...salah satu mereka masih menggoda berusaha bercanda (sayang aku merasa ga lucu...hahaha...kasian)

dalam angkot aku berpikir...siapa yang salah? mereka cuma melakukan pekerjaan mereka walaupun cara menawarkannya agak norak..dan aku tidak suka karena sepert ada unsur desak mendesak.

haha....masalahnya hanya aku saja yang terlalu sensitif.

hu.hu.....kapan aku bebas dari situasi ini, bagai mana cara mengatasinya. masih butuh perjuangan...

ternyata tida semudah membalikkan telapak tangan ya

Saat ini berdoa agar "selembar" kertas itu segera memanggilku.
Aku percaya semua akan lebih teratasi kalau sudah punya kegiatan yang cukup membuat aku sibuk dan mengabaikan hal-hal sepele seperti pagi ini.

sepele....tapi lumayan buat hati ga enak...


(Namun Tidak akan pernah berhenti berusaha menjalani hidup melakukan yang terbaik)